Sunday, June 17, 2012

Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan


Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan

Kedudukan evaluasi dalam belajar dari pembelajaran sungguh sangat penting, dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisalhkan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. Penting karena dengan evaluasi atom diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuuan ataukah belum. Dengan evaluasi juga akan diketahui faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dart faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil. Tidak hanya itu, dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran. Padahal dikehuinya hal tersebut, akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar duo pembelajaran.
Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan, karena strategi belajar dan pembelajaran, proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya. Hampir semua ahli prosedur sistem instruksional menempatkan evaluasi ini sebagai langkah-langkahnya. Perhatikan pula langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli berikut, pasti kita akan tahu betapa tidak dapat terpisahkan evaluasi tersebut dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran.
  1. Mentout Kauffman, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam belajar pembelajaran adalah dengan menggunakan model pemecahan masalah sebagai berikut:
    1. Identifikasi masalah.
    2. Menentukan syarat-syarat dan altematif pemecahan masalah
    3. Memilih strategi pemecahan masalah.
    4. Melaksanakan pemecahan msalah.
    5. Menentukan keefektifan hasil
    6. Mengadakan revisi atas keseluruhan langkah a sampai dengan Imgkah c.
Jelaslah bahwa langkah c (menentukan keefektifan hasil) pada dasarnya tidak berbeda dengan evaluasi itu sendiri. Dan dari langkah menentukan keefektifan basil tersebut baru dapat dilakukan revisi atas keseluruhan langkah sebelumnya.
  1. Menurut Glaser, proses belajar pembelajaran haruslah menempuh prosedur-prosedur sebagai berikut :
    1. Merumuskan teori pembelajaran (instuksional objectives) b. Memutuskan situasi permulaan siswa
    2. Menentukan prosedur pembelajaran.
    3. Penilaian terhadap perfomansi
    4. Umpan balik.
Jelaslah bahwa evaluasi (sebagaimana pada langgkah d) sangat diperlukan dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam proses belajar pembelajaran. Hal serupa dapat juga dibaca pada prosedur belajar pembelajaran yang dikemukakan para ahli berikut.
  1. Menurut Kemp
    1. topcs and general purposes.
    2. student characteristks
    3. learning objectives
    4. Subject content.
    5. Pre test
    6. Teaching/ leaming activities and resources
    7. Evaluation.
  2. Menumt Gelder
    1. Merumuskan tujuan instruksional.
    2. Analisis situasi.
    3. Menentukan aktivitas guru, aktivitas pembelajar, mata pembelajaran dan alat bantu pembelajaran.
    4. Evaluasi
  3. Menurut model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem lnstruksional):
    1. Merumuskan tujuan
    2. Mengembangkan alat evaluasi
    3. Merumuskan kegiatan belajar pembelajaran
    4. Mengembangkan program kegiatan
    5. Pelaksanaan kegiatan belajar pembelajaran.

Post a Comment